gak nyangka

May 24th, 2009 by dzauq

hwahaha

gak nyangka gw bakal nulis di blog ini lagi dengan gaya bahasa seperti ini, hihi. tapi unfortunately, gw cuma mo nengok doang sambil ninggalin link kalo2 aja ada yang mo kunjung ke 2 blog gw yang insya Allah aktif saat ini. 

1. dikepalaku.blogspot.com

2. katalukman.wordpress.com

mo ngasi tau itu aja, dadah smwanya ^.^

blogku yg aktif saat ini

February 16th, 2008 by dzauq

INMYHEAD

DontEverHope!

November 27th, 2006 by dzauq

ini nasihat buat gw sndiri. jangan terlalu gampang berharap! jangan terlalu gampang berharap! apalagi yang aneh-aneh dan mengesampingkan kuasa dan aturan sang Pencipta alam semesta! inget, qt tu cuman manusia biasa yang penuh kesalahan, jadi ga usah berharap yang telalu tinggi kalo qt sendiri ngga melakukan daya upaya yang sebanding dengan harapan itu, ocle!

tapi tetep semangat dan terus positif thinking, karena “la yukallifullahu nafsan illa wus’aha”, Allah ngga bakalan memberi beban kepada hambaNya kecuali sesuai dengan kemampuannya. jadi pasti jika qt dapat cobaan, yakin aja kita bisa, karena segala sesuatu itu udah ada ukurannya.

trus buat something that you cant hold it on, maka tawakkal aja sama Allah, insya Allah bakalan dapet jalan keluarnya yang paling baik.

trus buat ’something yang laen’, pokoknya dont ever hope deh! (cuma gw yang tau, heheh) inget, jangan ngelangkahin aturanNya!

Puisiku bagiku

November 12th, 2006 by dzauq

Jujur aja, menulis puisi itu bikin lega banget! soalnya yang tau maknanya mungkin hanya kita pribadi, selalu ada sejarah dan cerita panjang di balik sebait sajak. N I love mystery so much!

Jadi, tujuan utama nulis puisi bagi saya ya cuman sekedar ‘pelepas dahaga’, jadi tidak melihat dari sudut-sudut lain, sehingga kekurangan dan kekhilafan bisa dipastikan kerap terjadi. Yaaa begitulah, dan hari menggelap bertabur kelip bintang, dah malam nich critanya.

BERHENTI SEJENAK

September 6th, 2006 by dzauq

Huff, berita pokok di Indonesia akhir-akhir ini didominasi oleh disaster alias bencana. Mulai dari penanganan bencana tsunami di Aceh yang didera isu penyelewengan dana, ribut-ribut ketidakadilan pembagian bantuan di Yogyakarta, pemulihan daerah pasca bencana yang lambat di tepi selatan pulau Jawa, atau yang baru-baru ini lumpur panas di porong Sidoarjo yang sudah tiga bulan luapannya belum tertangani, flu burung yang kembang kempis penyebarannya (yang ini agak mencurigakan, tapi tidak usah tebar gossip lah) dan yang tipikal produk musim kemarau Indonesia ialah asap hasil pembakaran lahan di Sumatra dan Kalimantan yang merantau hingga ke negeri Jiran sana (wahai orang Malaysia, maafkan kami ya).

Di samping itu ada juga berita tipikal teroris yang mulai terasa muak untuk didengar karena kesannya yang terlalu mengada-ngada. Kalau itu merupakan skenario sebuah film, pasti filmnya murahan banget karena ngga bakalan laku dijual di Indonesia, tapi sangat laku sekali kalau dijual di pasaran Internasional karena teror fobia yang entah mengapa berusaha dibangkitkan lagi dengan terpaksa (aneh ya?). Ada juga berita kasus Poso yang ketiga terdakwanya entah kapan dihukum, plus ada surat dari Vatikan yang momennya beberapa saat sebelum terdakwa kasus Poso dieksekusi. Masih ada berita tentang seputar pilkada di Aceh pasca perdamaian, penggagalan penyelundupan 1 ton shabu-shabu (1 ton!) di Tangerang, dan berita-berita kriminal yang memuakkan (didominasi pemerkosaan).

Untuk berita mancanegara masih didominasi kebandelan Israel yang masih mau ‘maling tanah’ di negeri orang, dan DK PBB yang lebih repot ngurusin Iran ketimbang menjewer telinga Ehud Olmert karena terang-terangan membantai orang dan memblokade total Libanon dari bantuan Udara dan Laut. Belum lagi Palestina yang sepertinya berusaha dihapus perlahan dari peta dunia oleh ‘sekelompok orang’. Atau geliat Venezuela yang akan membangun aliansi anti dominasi Amerika (empat jempol buat Hugo Chavez!). Di luar semua itu, sekelompok selebriti tetap mengandeng penggemarnya untuk melupakan dunia dan membunuh peduli. Menenggelamkan sadar dalam cinta semu lewat petik dawai yang mengalun. Atau menendang jauh-jauh sadar lewat hentak bass dan nada-nada elektrik, just for fun.

Ingin rasanya berbuat sesuatu, tapi untuk saat ini sangat tidak memungkinkan, sesak! Apa yang harus kita lakukan?!

Aku ingin berhenti sejenak, sekedar menghela nafas
Aku ingin berhenti sejenak, sekedar mengatur langkah
Aku ingin berhenti sejenak, sekedar merajut asa

Informasi yang ada memang seringkali mempengaruhi langkah, keputusan, cita-cita, warna hidup, dan banyak lagi. Rasa gembira, cemas, kesal, sedih silih berganti datang di sela-sela hari. Ada baiknya kita sisihkan sebagian waktu kita untuk berhenti sejenak, sembari merenung. Berhenti bukan untuk lari ke belakang, tetapi berhenti untuk mengatur strategi ke depan. Mungkin sekarang kita belum bisa berbuat banyak, tapi ke depan, siapa tahu? Biidznillah!

Dia Yang Kembali

August 30th, 2006 by dzauq

“Pertolongan Allah yang sedikit itu lebih baik ketimbang banyaknya usaha yang kita lakukan” ujar seseorang yang baru kembali dari gelapnya hidup. Kata yang terucap itu begitu ia jiwai, mengalir begitu saja dari jernih hatinya. Raut wajahnya dipenuhi rona kebahagiaan seakan melepas begitu banyak dahaga. Tak terbayang betapa ia dulu bergelimang dosa.

Tubuh ini seakan bergetar begitu saja diterpa takjub. Obrolan itu terhenti begitu saja. Semua kata berhenti di kerongkongan enggan terucap, bibir kelu. Ah, apa aku akan seperti ini bila orang lain yang mengatakan kalimat itu? Aku sangsi. Sungguh pesona hidayah teramat indah.

Maha Suci Allah atas hidayahNya!

SAHABAT

August 30th, 2006 by dzauq

Wahai sahabat yang penuh dengan nasihat, jadilah telaga yang menyimpan jernihnya nasihat itu. Aku akan teduh duduk di sisimu, aku lepas dahaga reguk nasihatmu. Jiwa kering ini sungguh merindu.
Betapa syukur padaNya tak terhingga akan hadirmu. Betapa do’a tak berbilang mengiring pergimu. Bulan lebih terang di sapamu. Mentari menyejuk di guraumu. Sungguh rahmat Allah selalu tercurah padamu.

Momentum

August 13th, 2006 by dzauq

Saat yang paling ngga enak itu ketika lupa mau nulis apa padahal sudah ada di depan komputer! Tadinya mau nulis malah jadi bengong! Maka sobat, tulislah di note kecil apa-apa saja yang berkesan, atau lebih baik lagi di buku harian, dengan tanggal dan kronologi yang mudah untuk diingat kembali. Biar ngga kaya gini nih!

ayo mentari kecup keningku
agar hangatmu cairkan alpa ini
yang membeku menyumbat pembuluh otakku
(habis itu terdengar lagu pertamanya band ‘Wayang’, “Kuhirup udara pagi………….”)

Selaksa Tanya Selaksa Resah

August 13th, 2006 by dzauq

Kutulis dalam gejolak amarah
Bergadang sampai mata merah
Selaksa tanya selaksa resah
Merutuki si jago fitnah
Terkutuk biadab yang haus darah
Udah ah
Kalau penasaran baca sajalah
Halah!

Al-Qaeda itu akal-akalannya siapa sih? Heran kenapa yang tau cuman Om-om CIA Amrik sama Sir-sir British? Trus nyarinya sampe ke pelosok-pelosok Afghanistan, Irak, denger-denger udah merambah Mesir tuh, Asia Tenggara aja kena lewat Jamaah Islamiyah yang ga tau sapa yang bikin. Akhir-akhir ini aja Pakistan ikutan cuap-cuap. Kalo yang ngomong Amerika seluruh dunia kudu repot, wajib repot malah.

Empat tahun ngikutin perkembangan Alqaeda udah kayak nonton infotainment internasional, gossip melulu. Nambah muak ketika tau kalo di Irak ngga ada senjata pemusnah masal, tapi keburu ancur duluan. PBB cuman jadi tukang sapunya Amerika di Irak, bersih-bersih habis konser rudal di sana, apa udah berubah jadi Persatuan Babu Bau ya?

Ah, mending PBB dibubarin aja, bikin resolusi aja sampe nunggu Libanon amblas ke dalam tanah. Atau memang udah disewa Israel buat jadi tukang sapunya di Libanon? Israel memang mantep abis, bisa ngangkangin Amerika. Bahkan orang Israel bisa punya kewarganegaraan ganda, Amerika-Israel! Klub-klub sepak bola Israel aja bisa ikut piala Champion! Benua mana sih itu negara? Untung aja kemaren Macabi Haifa kalah lawan Liverpool 2-1, terobati sudah sesak berkepanjangan ini walau bukan penggemar Liverpool.

Alqaeda memang aneh, masa Libanon lagi perang malah neror Inggris, pasti orang-orang Alqaeda IQnya rendah dan ngga pernah lihat peta dunia, dikirain Libanon itu tetangganya Skotlandia. Selama Alqaeda ada maka yang untung Amerika. Atau jangan-jangan cuman akal-akalannya Amerika biar bisa nyobain bom yang terbaru di timur tengah? Kan kalo ada perang yang untung tukang senjata. Mau tau siapa produsen terbesarnya? AMERIKA PAKE HURUF BESAR SEMUA NGETIKNYA. Pesawat Indonesia aja ngimpor dari sono. Luka batinku menganga lantas digarami! Perih…….

Kuatur nafas
Kureguk air putih segelas
Tambah lagi segelas
Belum puas
Jemari ini kembali memanas
Memijat keyboard dengan beringas
Tapi kantuk menghardik tegas
Tidur mas tidur mas!
Atau besok pagi bakalan tewas
Jangan protes deh mas
Ntar elo gua lempar kulkas! (ngrampok syairnya p project)

Ayat-Ayat Cinta

August 10th, 2006 by dzauq

Membaca novel karya Habiburrahman El-Shirazy ini memang benar-benar mengasyikkan. Membacanya berulang-ulang pun tidak membuat bosan. Soalnya tiap kali membaca ada saja tema khusus yang menarik untuk diikuti. Misalnya saja kali pertama fokusnya ke setting tempat di Mesir dan budaya masyarakatnya. Lantas pada saat membaca yang kedua kalinya fokus diarahkan ke dialog dalam bahasa Arab dan Jermannya. Lalu nuansa romannya, dalil-dalilnya, buku rujukannya, penggalan-penggalan syairnya, dan lainnya. Khusus untuk buku rujukannya, saya sampai menyempatkan diri untuk membaca, tapi belum selesai.

Ada sebagian orang yang berkomentar tokoh Fahri terlalu sempurna, ada juga yang bilang ini sih novelnya cowo. Bagi saya, contoh itu justru harus sempurna, atau setidaknya mendekati. Bagi yang merasa novel ini adalah novelnya cowo, sekarang sudah terbit sebuah novel yang tipikal seperti Ayat-Ayat Cinta, hanya saja tokoh utamanya perempuan, saya lupa judulnya, tapi bukunya sudah masuk dalam daftar buruan.

Mungkin agak dibilang cengeng ya, tapi setiap kali membaca pada beberapa bagian rasanya ada yang bikin sesak dan mata kerap berkaca-kaca, padahal sudah baca berulang kali. Ini bukti kalo saya memang masih punya perasaan (waktu nulis kalimat yang terakhir ini, saya ditonjokin adik sambil teriak “Narsis! Narsis!”). Ngga selalu sih, cuma kadang saja.

Mungkin bagi yang belum bertemu kang Abik (panggilan akrab Habiburrahman) akan berpendapat hiperbolik tentang novelis ini. Alhamdulillah, ketika mendapat kesempatan menjemput beliau untuk menjadi pembicara dalam sebuah seminar di pondok dulu, saya sempat berkenalan, makan bersama di warung padang, dan ngobrol di mobil yang jalannya kurang lancar (sopirnya sih!). Beliau justru seperti orang biasa yang mungkin kalau jalan-jalan di pasar sambil menenteng belanjaan dapur saya malah ngga kenal (waktu ngejemput aja hampir salah orang). Tapi justru itulah yang membuat saya menaruh kagum pada beliau (sekarang saja sudah lupa lagi wajahnya). Dari seorang kang Abik, keluar novel-novel yang bagus untuk dibaca. Orang boleh tidak mengenal sosoknya, tapi mengenal baik karyanya.

Persis seperti bu Pipiet Senja. Novelis ini benar-benar subur dengan karya. Tapi bagi yang pernah bertemu pasti bertambah kagum, seorang pengidap Thalasemia berpenampilan seadanya itu sanggup menulis lebih dari 75 buku. Penampilan memang bukan segalanya. Kalau saja saya bertemu beliau di pasar (lagi) pasti saya tidak kenal.

Di antara beberapa kesan, yang saya dapat dari novel Ayat-Ayat Cinta ini sebenarnya perasaan kesal. Soalnya novel yang saya baca sendiri sampai hari ini sebenarnya punya adik saya dan bukan milik saya. Novel yang resmi dan sah secara hukum milik saya entah kemana, berpindah tangan dari satu teman ke teman yang lainnya hingga tersesat. Jadinya setiap kali akan membaca novel ini, saya jadi teringat sudah sampai benua mana novel milik saya (wooooi, balikin dong! Kalo yang minjem kebetulan baca artikel ini balikin yaaa).

Buat Ami, my beloved sister (dilarang keras ge er), terimakasih untuk tidak membawa novel ini ke Bogor sana, jadi kakakmu yang rada narsis ini bisa puas membaca di kala suntuk menyapa dan gundah bersua. That’s all.